Auricularia auricular

Kategori: bisa dimakan.

Tubuh buah (diameter 5-11 cm, tinggi 7-9 cm): dalam bentuk dan ukurannya sangat mirip dengan daun telinga orang dewasa. Pada jamur dewasa, ditutupi dengan rambut-rambut kecil, dapat berkerut atau berbintik-bintik dengan urat. Auricular auricular tersedia dalam warna oranye atau coklat; bagian dalam biasanya sedikit lebih gelap daripada bagian luar.

Bubur: transparan hingga ringan dan sangat tipis. Jamur yang rusak di udara terbuka dengan cepat mengerut dan mengeras.

Ganda: tidak hadir.

Ketika tumbuh: sepanjang tahun di zona beriklim utara benua Eurasia, lebih jarang ditemukan di Amerika Utara.

Di mana aku bisa menemukan: di hutan gugur dengan kelembaban tinggi. Tumbuh di pohon mati. Selain elderberry, ia lebih suka alder, lebih jarang pohon ek atau maple.

Makan: itu tidak digunakan dalam masakan rumah tangga, tetapi sangat dihargai di Timur (di Cina) sebagai bahan dalam salad dan sup. Sering dijual kering. Segera sebelum dimasak, jamur auricularia direndam, setelah itu menjadi cerah dan ukurannya bertambah beberapa kali lipat.

Aplikasi dalam pengobatan tradisional (data belum dikonfirmasi dan belum menjalani studi klinis!): Orang Slavia dengan tumor amandel, laring, lidah mengoleskan jamur segar ke daerah yang meradang. Di Asia, ia dikreditkan dengan sifat hematopoietik dan pembersihan. Dokter Cina menggunakan auricularia auricula-judae dalam pengobatan hipertensi dan aterosklerosis. Diyakini bahwa dalam bentuk bubuk, dapat melarutkan ginjal dan batu empedu dan bahkan menyembuhkan tumor kanker.

Nama lain: Telinga Yudas, telinga pohon, ubur-ubur pohon.

Di Cina, auricularia auricular disebut "kikurage" (telinga kayu) dan digunakan untuk membuat sup Jamur Hitam yang populer. Untuk melakukan ini, jamur terlebih dahulu dikeringkan, dan sedikit direndam sebelum dimasak.

Auricularia disebut telinga Yudas karena sering tumbuh di elderberry, di mana, menurut salah satu versi legenda alkitabiah, Yudas, seorang murid Yesus Kristus, gantung diri.